Didirikan dan hadir di tengah masyarakat Tanah Air, pada 17 April 1977 oleh 17 tokoh masyarakat, Yayasan Kanker Indonesia (YKI), organisasi nirlaba yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan dengan fokus pada penanggulangan kanker, telah berkembang menjadi salah satu organisasi nirlaba terdepan dalam penanggulangan kanker di Indonesia. Yang fokusnya tidak hanya pada pengobatan, tetapi juga […]
Kolaborasi Sofia Sari Dewi dengan komunitas TorajaMelo x Toraja Utara, kali ini sekaligus merayakan satu dekade keberhasilan TorajaMelo dalam melestarikan motif tenun Pa’Bunga Bunga Toraja yang nyaris punah.
Dalam goresan khusus, TorajaMelo merupakan social enterprise yang peduli dengan seni dan budaya, khususnya dalam bidang tenun, dan memiliki tujuan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi para perempuan penenun, sekaligus melestarikan dan meremajakan seni budaya tekstil tenunan tangan tradisional Indonesia.
Seperti yang disampaikan Dinny Jusuf, Founder dan CEO TorajaMelo, pada acara Fashion Show ‘Pa’ Bunga-Bunga Urban Reborn by Torajamelo X Toraja Utara’, bertempat di Jakarta Convention Center – Jakarta, pada hari Sabtu, 30 Maret 2019 lalu, social enterprise ini dibentuk dengan tujuan khusus.
Paling utama, bertujuan untuk mengurangi kemiskinan perempuan pedesaan dengan menggunakan tenun. Selama satu dekade eksistensinya, TorajaMelo telah meremajakan beberapa pola tekstil tenunan tangan Toraja, salah satunya adalah Pa’bunga bunga yang ditampilkan dalam pagelaran kali ini.
Keterangan Photo 2 : Dinny Jusuf, Founder dan CEO TorajaMelo – Sofia Sari Dewi, Perancang
Menjadi spesial, karena ini adalah pertama kalinya motif tenun Toraja Pa’Bunga Bunga tampil di publik secara resmi.
Lebih lanjut Dinny Jusuf berkisah, bahwa sepuluh tahun yang lalu, hanya dua penenun tua yang bisa menenun teknik lompat lungsi dengan motif geometrik ini. Bila ini berkelanjutan, maka motif tenun Pa’Bunga Bunga Toraja yang indah itu nyaris punah dan hanya tinggal nama. Karenanya, sekarang dengan berdirinya Koperasi Penenun Sa’dan Siangkaran sebagai mitra TorajaMelo, semakin banyak tenaga kerja perempuan yang kembali ke Toraja untuk menenun. Dan bisa menenun teknik ini,” urai Dinny Jusuf.
Dinny Jusuf menambahkan,”Sudah waktunya kain tenun kembali merajai fashion lokal Indonesia, perempuan penenun Indonesia dapat mencari uang di Negerinya sendiri sambil mengasuh anaknya supaya tumbuh terdidik dengan baik.”
Tidak sampai di sana upaya Dinny Jusuf dalam melestarikan tenun sekaligus mengangkat nilai perempuan penenun. Pihaknya menjalin kolaborasi dengan desainer, salah satunya adalah Sofia Sari Dewi.
“Salah satu cara melestarikan tenun adalah berkolaborasi dengan generasi muda. Sejak awal tahun lalu TorajaMelo telah bekerja bersama Sofia Sari Dewi,” ujarnya.
Jakarta, 25 April 2018 – Setelah sukses meluncurkan LAKMÉ Absolute, rangkaian professional makeup, LAKMÉ kini menjawab kebutuhan para perempuan aktif di Indonesia dengan meluncurkan LAKMÉ 9to5 Reinvent; makeup ringan dan tahan lama sehingga tidak perlu touch upseharian. “LAKMÉ kembali melakukan sebuah breakthrough innovation dengan meluncurkan rangkaian makeup 9to5 Reinvent yang didedikasikan untuk para perempuan aktif Indonesia yang membutuhkan high performance makeup yang tahan lama sepanjang […]
Perhelatan Jakarta Fashion Week 2020, yang mengusung acara : kompetisi, workshop juga tentu fashion show, segera digelar pada 19 – 25 Oktober 2019. Untuk menyambut Jakarta Fashion Week (JWS) Series JFW Series: Model Search 2019, sukses digelar di Jogja City Mall pada tanggal 8 – 10 Februari 2019 lalu. Ajang yang diadakan setiap tahun, dan […]
“Dengan bab baru ini, saya ingin mengangkat sifat asli NARCISO yang menggoda. Eau de parfum rouge tidak hanya seksi; namun membangkitkan gairah.” Narciso Rodriguez Memang sangat spesial. NARCISO eau de parfum rouge, sebuah wewangian yang baru diluncurkan, diciptakan sebagai lambang feminitas dengan keharuman yang menggoda. Dituturkan oleh Narciso Rodriguez yang menciptakan, bahwa parfum elegant ini memiliki […]