Perubahan ekspektasi ini menunjukkan bahwa masa depan teknologi tidak lagi hanya ditentukan oleh seberapa canggih sebuah perangkat, tetapi juga oleh seberapa baik teknologi mampu memahami kebutuhan penggunanya. “Di Samsung, kami percaya AI seharusnya hadir bukan hanya sebagai inovasi teknologi, tetapi sebagai solusi yang mampu memberikan nilai nyata dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, AI perlu bekerja […]
Kolaborasi ALODOKTER , sebagai super app kesehatan nomor 1 di Indonesia, dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ditandai dengan penandatangan perjanjian kerjasama.
Penandatanganan yang dihadiri oleh Co-Founder ALODOKTER, Suci Amrumsari, dr. Daeng M. Faqih, SH, MH, sebagai Ketua Umum PB IDI, dan dr. Alni Magdalena dari ALOMEDIKA, membuat ALOMEDIKA, salah satu platform komunitas Dokter terbesar di Indonesia untuk bisa mengeluarkan poin Satuan Kredit Profesi (SKP).
Dengan terjalinnya kerjasama, ini membuat ALOMEDIKA, — salah satu platform komunitas dokter terbesar di Indonesia yang merupakan bagian dari ALODOKTER — bisa mengeluarkan poin Satuan Kredit Profesi (SKP) yang diperlukan oleh Dokter untuk memperbarui izin praktik.
ALOMEDIKA merupakan platform yang dibuat oleh ALODOKTER untuk mempersiapkan para Dokter Indonesia dalam menghadapi era digitalisasi layanan kesehatan, dengan meningkatkan mutu teknologi pelayanan medis berbasis bukti.
Terlebih, ALOMEDIKA berkomitmen untuk memfasilitasi para Dokter dengan informasi medis yang akurat, panduan Dokter lengkap dan terkini berbasis bukti, serta sarana untuk berbagi pengalaman dengan Dokter lainnya di seluruh Indonesia.
Maka adanya kolaborasi dengan IDI akan semakin memperkuat komitmen ALOMEDIKA dalam memenuhi kebutuhan para Dokter. Yang salah satunya adalah kebutuhan akan poin SKP yang digunakan untuk memperbarui surat izin praktik (SIP) Dokter setiap lima tahun.
Hal ini tentunya memberikan banyak keuntungan dan kemudahan bagi para dokter, karena dapat mempelajari modul dan mengikuti tes secara online.
Tentu juga tidak lepas dari, Dokter diwajibkan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Dokter diwajibkan untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya, dengan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran terkini.
Maka dengan kepercayaan yang diberikan oleh IDI kepada ALODOKTER, Suci Arumsari, Co–founder dan Director ALODOKTER, di acara Penandatangan MOU ALODOKTER dan IDI, bertempat di Gandaria City Mall – Jakarta Selatan, pada 26 Oktober 2019, menyampaikan,”ALODOKTER bukan pengganti Dokter, tetapi dengan situs aplikasi terlengkap, berisi informasi yang akurat dan terpercaya, menjembatani masyarakat dengan Dokter. Kami optimis dapat membantu para Dokter dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Indonesia.”
Di tempat yang sama, dr. Alni Magdalena, dari ALOMEDIKA, mengatakan, “Fitur-fitur yang tersedia dapat dinikmati para Dokter di aplikasi ALOMEDIKA mencakup panduan dan referensi medis terkini khusus Dokter dalam bahasa Indonesia, fitur diskusi Dokter terbesar di Indonesia, fitur interaksi dengan pasien ALODOKTER, dan fitur untuk mendapatkan SKP secara online.”
Ikatan Dokter Indonesia sebagai organisasi profesi bagi Dokter yang diakui berdasarkan Undang-undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran mempunyai peran dan tanggung jawab untuk memfasilitasi anggotanya agar dapat tetap menjaga kompetensi mereka. IDI juga harus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi agar fasilitasi tersebut dapat menjangkau seluruh anggotanya.
Maka, dilakukannya kerjasama ALODOKTER dan IDI, seperti dikatakan oleh dr. Daeng M. Faqih, SH, MH, sebagai Ketua Umum PB IDI, karena ALODOKTER merupakan super app kesehatan nomor 1 di Indonesia.
“Salah satu platform-nya, yaitu ALOMEDIKA, juga merupakan salah satu komunitas Dokter terbesar yang ada. Maka dari itu, kolaborasi ini tentu akan sangat membantu kami dalam memfasilitasi 161 ribu Dokter yang tergabung di IDI dan Dokter-Dokter lainnya untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran terkini. Dengan adanya aplikasi yang resmi, aman bagi masyarakat, kami memberi apresiasi dengan yang dilakukan ALODOKTER,” ujar dr. Daeng M. Faqih.
Untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap faktor-faktor resiko kanker kolorektal, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) bekerjasama dengan PT Merck Tbk (Merck Indonesia) memperkenalkan kampanye #PERIKSA yaitu “Peduli Risiko Kanker Kolorektal Sejak Awal”, merupakan kampanye bertujuan untuk mengajak masyarakat agar lebih peduli dalam mengenali tanda atau gejala awal yang berkaitan dengan resiko kanker kolorektal dengan melakukan deteksi dini […]
Hemofilia merupakan penyakit gangguan perdarahan, di mana darah sulit membeku dengan baik. Penderita hemophilia memiliki risiko penrdarahan berlebihan, bahkan luka dari kecil sekali pun. Kian menjadi perhatian. Berdasarkan data dari World Federation of Hemapholia dalam Report on the Annual Global Surey 2021, hingga tahun 2021, Indonesia mencatat 2.939 pasien hemafolia. Berpijak dari sanalah, dan dalam upaya […]
Cukup memperihatinkan, bahkan sangat perlu menjadi perhatian khusus, melihat data World Health Organization (WHO), yang menunjukkan, bahwa 1 dari 8 wanita di Dunia saat ini akan terdiagnosa kanker payudara. Di Indonesia, insiden kanker payudara dialami oleh 30 dari 100.000 wanita Indonesia . “Kanker payudara tergolong dapat diobati apabila terdeteksi saat stadium awal. Maka sangat baik […]