World Heart Day 2026, yang jatuh pada 29 September, mengajak masyarakat untuk kembali memfokuskan perhatiannya terhadap kesehatan jantung. Tahun ini, World Heart Federation mengangkat tema “Heart Disease Can Hide in Plain Sight: Don’t Miss a Beat”, yang mengajak masyarakat untuk lebih mengenali tanda dan risiko penyakit kardiovaskular yang dapat terlewatkan. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) […]
Kolaborasi ALODOKTER , sebagai super app kesehatan nomor 1 di Indonesia, dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ditandai dengan penandatangan perjanjian kerjasama.
Penandatanganan yang dihadiri oleh Co-Founder ALODOKTER, Suci Amrumsari, dr. Daeng M. Faqih, SH, MH, sebagai Ketua Umum PB IDI, dan dr. Alni Magdalena dari ALOMEDIKA, membuat ALOMEDIKA, salah satu platform komunitas Dokter terbesar di Indonesia untuk bisa mengeluarkan poin Satuan Kredit Profesi (SKP).
Dengan terjalinnya kerjasama, ini membuat ALOMEDIKA, — salah satu platform komunitas dokter terbesar di Indonesia yang merupakan bagian dari ALODOKTER — bisa mengeluarkan poin Satuan Kredit Profesi (SKP) yang diperlukan oleh Dokter untuk memperbarui izin praktik.
ALOMEDIKA merupakan platform yang dibuat oleh ALODOKTER untuk mempersiapkan para Dokter Indonesia dalam menghadapi era digitalisasi layanan kesehatan, dengan meningkatkan mutu teknologi pelayanan medis berbasis bukti.
Terlebih, ALOMEDIKA berkomitmen untuk memfasilitasi para Dokter dengan informasi medis yang akurat, panduan Dokter lengkap dan terkini berbasis bukti, serta sarana untuk berbagi pengalaman dengan Dokter lainnya di seluruh Indonesia.
Maka adanya kolaborasi dengan IDI akan semakin memperkuat komitmen ALOMEDIKA dalam memenuhi kebutuhan para Dokter. Yang salah satunya adalah kebutuhan akan poin SKP yang digunakan untuk memperbarui surat izin praktik (SIP) Dokter setiap lima tahun.
Hal ini tentunya memberikan banyak keuntungan dan kemudahan bagi para dokter, karena dapat mempelajari modul dan mengikuti tes secara online.
Tentu juga tidak lepas dari, Dokter diwajibkan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Dokter diwajibkan untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya, dengan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran terkini.
Maka dengan kepercayaan yang diberikan oleh IDI kepada ALODOKTER, Suci Arumsari, Co–founder dan Director ALODOKTER, di acara Penandatangan MOU ALODOKTER dan IDI, bertempat di Gandaria City Mall – Jakarta Selatan, pada 26 Oktober 2019, menyampaikan,”ALODOKTER bukan pengganti Dokter, tetapi dengan situs aplikasi terlengkap, berisi informasi yang akurat dan terpercaya, menjembatani masyarakat dengan Dokter. Kami optimis dapat membantu para Dokter dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Indonesia.”
Di tempat yang sama, dr. Alni Magdalena, dari ALOMEDIKA, mengatakan, “Fitur-fitur yang tersedia dapat dinikmati para Dokter di aplikasi ALOMEDIKA mencakup panduan dan referensi medis terkini khusus Dokter dalam bahasa Indonesia, fitur diskusi Dokter terbesar di Indonesia, fitur interaksi dengan pasien ALODOKTER, dan fitur untuk mendapatkan SKP secara online.”
Ikatan Dokter Indonesia sebagai organisasi profesi bagi Dokter yang diakui berdasarkan Undang-undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran mempunyai peran dan tanggung jawab untuk memfasilitasi anggotanya agar dapat tetap menjaga kompetensi mereka. IDI juga harus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi agar fasilitasi tersebut dapat menjangkau seluruh anggotanya.
Maka, dilakukannya kerjasama ALODOKTER dan IDI, seperti dikatakan oleh dr. Daeng M. Faqih, SH, MH, sebagai Ketua Umum PB IDI, karena ALODOKTER merupakan super app kesehatan nomor 1 di Indonesia.
“Salah satu platform-nya, yaitu ALOMEDIKA, juga merupakan salah satu komunitas Dokter terbesar yang ada. Maka dari itu, kolaborasi ini tentu akan sangat membantu kami dalam memfasilitasi 161 ribu Dokter yang tergabung di IDI dan Dokter-Dokter lainnya untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran terkini. Dengan adanya aplikasi yang resmi, aman bagi masyarakat, kami memberi apresiasi dengan yang dilakukan ALODOKTER,” ujar dr. Daeng M. Faqih.
Tentu menjadi catatan dan perhatian khusus, estimasi kejadian kanker di Indonesia pada tahun 2020, menurut data GLOBOCAN 2020, mencapai 396.914 kasus baru dan sebanyak 234.511 kematian akibat kanker. Sementara itu, sebuah studi yang diterbitkan dalam Lancet Public Health dari American Cancer Society selama 20 tahun terakhir menunjukkan terjadi peningkatan tajam pada kejadian kanker pada mereka […]
Komitmen kuat dalam menyosialisasikan bahaya penggunaan tembakau dan nikotin, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) — organisasi nirlaba yang bersifat sosial dan kemanusiaan di bidang kesehatan, khususnya dalam upaya penanggulangan kanker — bersama Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) menggelorakan “Hari Tanpa Tembakau Sedunia” (HTTS) 2025 yang jatuh pada 31 Mei 2025 Melalui kampanye “Yang Ngerokok Kamu, Yang Sakit Serumah!”, kedua organisasi […]
Makanan, sangat berperan terhadap keadaan seseorang. Dan menurut penelitian dalam beberapa dekade terakhir menunjukkan adanya hubungan antara sejumlah jenis makanan dan nutrisi terhadap resiko terhadap kesehatan, termasuk kanker Lambung. Ketua Yayasan Kanker Indonesia Prof. DR. dr. Aru Sudoyo, SpPD, KHOM, FINASIM, FACP, di acara Webinar Kanker Lambung yang diselenggarakan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) dan didukung […]