World Heart Day 2026, yang jatuh pada 29 September, mengajak masyarakat untuk kembali memfokuskan perhatiannya terhadap kesehatan jantung. Tahun ini, World Heart Federation mengangkat tema “Heart Disease Can Hide in Plain Sight: Don’t Miss a Beat”, yang mengajak masyarakat untuk lebih mengenali tanda dan risiko penyakit kardiovaskular yang dapat terlewatkan. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) […]
Kontraksi pertumbuhan Indonesia yang kurang
menggembirakan sudah diprediksi sebelumnya oleh kalangan Dunia Usaha.
Berdasarkan perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS), Ekonomi Indonesia pada
kuartal II-2020 tercatat mencapai minus 5,32%.
Hal ini sesuai dengan perkiraan yang
disampaikan Kamar Dagang dan Industri (Kadin)
Indonesia pada awal Juli, di mana range kontraksi pertumbuhan ekonomi akan
terjadi diantara minus 4 persen sampai minus 6 persen.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani
mengatakan hal ini terjadi lantaran proses implementasi kebijakan stimulus Kesehatan
dan perekonomian penanganan Covid-19 masih sangat lambat.
“Kadin mengharapkan Pemerintah mempercepat implementasi kebijakan bagi Dunia Usaha dan UMKM, juga belanja anggaran Pemerintah agar diperbesar dan dipercepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan guna menjaga daya beli masyarakat pemberian bantuan langsung tunai (BLT) dan program Pra Kerja harus segara dipercepat,” ungkap dia, Kamis (6/8/2020).
Dia mengatakan, hal lain yang juga sangat
penting untuk diperhatikan adalah penyaluran kredit modal kerja bagi UMKM dan
mikro yang harus segera dilakukan agar dampak pandemi terhadap pengangguran dan perekonomian tidak semakin
dalam. “Untuk mengurangi kontraksi yang sangat besar di kuartal
3-2020, karena apabila tidak segera direalisasikan maka proses recovery akan
semakin panjang,” terang dia.
Kadin, kata Rosan, sangat mengapresiasi
komite Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di bawah pimpinan Bapak Airlangga Hartarto dan Bapak Erick Thohir sebagai Ketua Pelaksana
harian yang bertindak cepat terutama melalui program pemberiaan stimulus bagi
pekerja non PNS dan BUMN yang aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan yang
berjumlah 13,8 juta pekerja yang memiliki penghasilan di bawah Rp 5 juta/bulan,
dengan bantuan sebesar Rp600 ribu selama 4 bulan yang diberikan per 2 bulan.
Menurutnya, hal itu sangat positif karena akan mendorong konsumsi dan menjaga
daya beli, sekaligus menahan penurunan perekonomian di Indonesia di masa
mendatang.
Tak terelak, Pandemi Covid-19 membawa banyak perubahan yang berhubungan dengan tingkah laku konsumen dan pelanggan dalam pemenuhan kebutuhan serta prioritas mereka sehari-hari. Maka dapat dikatakan kenyamanan beriring kecepatan dalam berbelanja barang kebutuhan sudah menjadi hal yang sangat penting, di saat ini. Keseharian konsumen yang telah berubah, dan menciptakan prioritas serta fokus baru di dalam kehidupan, […]
Tak terelakkan, Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung beberapa bulan, telah memengaruhi ketidak-nyamanan banyak sisi kehidupan di Tanah Air. Namun, bertepatan dengan 75 tahun Kemerdekaan Indonesia, Tehbotol Sosro hadirkan gagasan menawan dan menggugah pelaku di Dunia usaha, bersisian dengan menghadirkan 8 desain botol edisi khusus Tehotol Sosro. Teh siap minum dalam kemasan botol beling pertama […]
Dinilai potensi bisnis Perikanan saat ini sangat besar, apalagi diamati pada masa pandemi covid, sektor Perikanan kerap dilirik Dunia Usaha, Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN), Rosan Roeslani mengunjungi Perum Perikanan Indonesia (Perum Perindo). “Di Perindo potensi bisnis dari hulu ke hilir dapat dikembangkan secara maksimal mulai dari penangkapannya, cold storage, pendistribusiannya, serta peningkatan kerja […]