Perubahan ekspektasi ini menunjukkan bahwa masa depan teknologi tidak lagi hanya ditentukan oleh seberapa canggih sebuah perangkat, tetapi juga oleh seberapa baik teknologi mampu memahami kebutuhan penggunanya. “Di Samsung, kami percaya AI seharusnya hadir bukan hanya sebagai inovasi teknologi, tetapi sebagai solusi yang mampu memberikan nilai nyata dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, AI perlu bekerja […]
Pelecehan pengguna internet perlu mendapat perhatian lebih. Bahkan hal, ini menjadi tantangan lebih karena belum ada ruang aman untuk korban menyuarakan pengalamannya dan mencari dukungan terkait isu kekerasan berbasis daring.
Untuk tujuan nan indah dan baik, yaitu mendukung dan memberdayakan para korban pelecehan agar bersuara, Peraih Medali Emas Tenis Indonesia, Aldila Sutjiadi meluncurkan kampanye #SayNoToOnlineAbuse, hasil kerjasama dengan BULLYID INDONESIA.
Kiranya, Aldila Sutjiadi, petenis putri nomor satu Indonesia, telah menjadi korban pelecehan dan kekerasan online tersebut. Sebagai seorang atlet, dia telah menerima rentetan komentar negatif secara daring yang bersinggungan dengan pelecehan setelah pertandingan, baik pada saat menang atau kalah.
Aldila Sutjiadi
“Saya tergerak untuk memulai #SayNoToOnlineAbuse karena saya sendiri mengalami pelecehan, ini selama bertahun-tahun. Menggunakan platform saya sebagai seorang atlet, saya ingin kampanye ini menarik perhatian tidak hanya pada apa yang terjadi pada kami tetapi juga kepada masyarakat luas,” ujar Aldila, panggilan akrabnya di acara peluncuran kampanye #SayNoToOnlineAbuse. 08 Februari 2022
Aldila, yang saat ini sedang mempersiapkan pertandingannya di Mandiri Tennis Open pada Februari 2022 dan di AS pada Maret 2022, pun berbagi kisah, “Saya telah menerima ratusan pesan yang menghina, melecehkan, dan bahkan mengancam keselamatan saya di sepanjang karier saya. Dari apa yang saya alami, yaitu kekerasan berbasis daring telah melumpuhkan tidak hanya pada permainannya tetapi juga pada kesehatan mentalnya. Maka syukurlah, hari ini saya bisa lebih mengabaikan mereka dan tetap fokus pada permainan saya. ”
Lanjutnya,“Berbicara dengan atlet lain, saya menyadari bahwa isu ini lebih luas daripada yang saya perkirakan, jadi saya memutuskan sudah waktunya untuk melakukan sesuatu tentang kekerasan online ini. Sementara ini kekerasan online dapat menargetkan siapa saja untuk menjadi korban, wanita terutama, tampaknya menjadi korban pelecehan paling banyak saat ini. Saya ingin kampanye, ini berbicara mewakili mereka semua.”
Kampanye sosial yaitu #SayNoToOnlineAbuse, yang diluncurkan, mengambil sikap tegas terhadap masalah berbahaya, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik tentang efek buruk dari perundungan dan pelecehan online yang terjadi tidak hanya pada atlet dan selebriti lainnya, tetapi dapat terjadi kepada siapa saja di media sosial.
Agita Pasaribu, Founder and Executive Director of Bullyid Indonesia
Di dalam video kampanye ini menunjukkan setiap penghinaan menyakitkan (bahkan secara gambar) yang diterima Aldila di lapangan, dan dia melawan satu-satunya cara yang dia bisa, dan dia tahu yang terbaik – dengan menghancurkannya di seberang lapangan, untuk dilupakan. Menunjukkan kekuatannya dan penolakannya untuk menjadi korban yang bungkam sejak lama, serta teriakan agar orang lain mengambil sikap dan melawan.
Aldila turut mengajak Bullyid Indonesia, sebuah organisasi yang mengedukasi masyarakat yang mengalami kekerasan online untuk bekerja sama dalam kampanye ini.
Fiolita – MC
Agita Pasaribu, Founder and Executive Director of Bullyid Indonesia di acara peluncuran kampanye #SayNoToOnlineAbuse, dengan MC Fiolita, mengatakan, “Kami mendirikan Bullyid Indonesia dua tahun lalu setelah melihat dampak serius dari kekerasan online di Instagram. Masalah ini meningkat dalam lima tahun terakhir. Sayangnya, masyarakat masih mengabaikan isu tersebut, banyak korban yang bungkam dan masyarakat melihat pelecehan dan kekerasan online sebagai bagian dari normal apabila ingin berada di platform media sosial.”
“Ketika Aldila menghubungi kami untuk bermitra dengannya dalam meningkatkan kesadaran tentang dampak kekerasan online, kami merasa itu adalah hal yang baik untuk dilakukan. Aldila sebagai juru bicara menyoroti masalah, ini dan mendorong orang lain yang menderita dalam diam untuk angkat bicara. Bullyid Indonesia adalah ruang aman dan tempat yang bisa mereka datangi untuk meminta bantuan dan dukungan.”
Bullyid Indonesia menyediakan konsultasi dan hotline bantuan yang terbuka untuk semua orang. Dengan tujuan memberikan semua korban akses yang sama ke kesehatan mental dan dukungan hukum, LSM yang melaporkan pelecehan dan kekerasan secara daring bekerja sama dengan Badan Kejahatan Siber Nasional dan memberikan konsultasi hukum dan psikologis yang tersedia setiap hari dari jam 09.00 sampai 20.00 WIB dengan konselor berlisensi, dengan tujuan mendidik dan memberdayakan mereka untuk berjuang dan memulihkan diri.
“Meningkatkan kesadaran saja tidak cukup. Kita perlu memberikan dukungan nyata kepada mereka yang membutuhkan dan Bullyid Indonesia adalah LSM yang berkomitmen untuk memberikan dukungan kepada korban dalam mengatasi dampak penyalahgunaan online,” pungkas Aldila.
Peluncuran kampanye ini hari ini bertepatan dengan perayaan Internet Safer Day yang diperingati setiap tanggal 8 Februari. Aldila berharap kampanye #SayNoToOnlineAbuse dapat berkontribusi pada penggunaan internet yang lebih aman bagi kita semua.
Ikuti dan dukung #SayNoToOnlineAbuse melalui Instagram Aldila @dila11
[]Andriza Hamzah
Photo : IRIS PR
Keterangan Pho
C : Agita Pasaribu, Founder and Executive Director of Bullyid Indonesia
Jakarta, 2 Agustus 2018 – Berawal dari ketertarikannya pada dunia entertainment dan lifestyle semenjak duduk di bangku sekolah, tepatnya SMA Ia menjadi penyiar program remaja di salah satu radio swasta. Itulah awal karir seorang Vadiel Mekha yang saat ini berprofesi sebagai GM Sales & Operation di salah satu butik terkemuka di Kemang, Jakarta. Kemudian di […]
Seringkali filosofi Bibit, Bebet, Bobot (3B) menjadi kriteria yang dipergunakan oleh orangtua dalam menentukan calon pasangan hidup yang terbaik bagi buah hatinya. Hanya saja, pemahaman yang kaku cenderung membuat tidak sedikit orangtua mau pun masyarakat mengotak-ngotakkan kriteria calon pasangan yang dianggap ideal. Kiranya, hal ini memberi akibat banyak pasangan, terutama yang menjalin hubungan tidak konvensional […]
Walau sempat bersentuhan di Dunia entertainment, namun Mentari Delita, demikian nama wanita yang disetiap tanggal 16 Januari merayakan ulangtahun, ini tetap memenuhi panggilan hati dan yang menjadi keinginan, yaitu sebagai seorang profesional di bidang produk. Tari, panggilan akrab wanita kelahiran tahun 1993, adalah Brand Manager untuk local brand (spesifically for hair care), jauh waktu memang […]