Sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan kepedulian terhadap pemudik Idul Fitri 2025, Kalbe — PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) berdiri sejak tahun 1966 dan merupakan salah satu Perusahaan farmasi terbuka terbesar di Asia Tenggara — melalui Entrostop dan Promag menggelar Emergency STOOOOOP! dengan membagikan produk kesehatan pencernaan senilai lebih dari Rp 1 miliar di jalur […]
Banyak pria beriring dengan rokok. Tentu sebagai penikmat. Dan tak bisa dimungkiri, berjalannya waktu, wanita kian bertambah sebagai perokok. Mereka para perokok, baik pria mau pun wanita, tak sedikit mengatakan bahwa adanya kenikmatan di sana.
Sementara di sana, tak banyak dari pria mau pun wanita penikmat perokok, menyadari atau mengabaikan bahwa diri mereka rentan alami kanker paru.
Untuk itu, sangat layak untuk diketahui, kanker paru merupakan penyebab kematian kanker tertinggi di Indonesia. Di setiap harinya, 84 orang meninggal dan 95 kasus baru terdiagnosa. Demikian menurut data GLOBOCAN 2020. Terlebih, 90% kasus kanker paru pada pria dan 80% pada wanita yang memiliki riwayat merokok.
Ditambah, menurut RISKESDAS 2018, angka kejadian kanker (prevalensi) di Indonesia meningkat mencapai 30% sejak tahun 2013 hingga 2018, sementara 58% prevalensi berada di Kota-Kota besar.
Ada pun 85% sampai 95% kanker paru adalah dari jenis “kanker paru-paru bukan sel kecil” atau disebut juga dengan kankersel gandum, terdiri atas 10% hingga 15% dari seluruh jenis kanker paru dengan sifat cenderung menyebar dengan cepat.
Melihat banyaknya kasus yang terjadi, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) melanjutkan kerja sama dengan Merck Sharp & Dohme (MSD), Perusahaan farmasi multinasional yang fokus dalam penelitian dan pengembangan vaksin dan perawatan kanker inovatif dan memiliki visi untuk terus menyelamatkan dan meningkatkan taraf kehidupan pasien.
Kerjasama YKI dan MSD untuk mensosialisasikan suatu harapan baru bagi pasien kanker paru di Indonesia, dengan hadirnya terapi sistemik imunoterapi, tertuang pada acara webinar bertema “Mengenal Imunoterapi Sebagai Harapan Baru Bagi Pasien Kanker Paru”, di penghujung bulan Agustus 2022.
Menawan tentu dari kegiatan, ini yang adalah dalam rangka meningkatkan kesadaran tentang kanker paru dan merupakan lanjutan dari kampanye #HarapanBaru yang diluncurkan pada bulan Juni lalu.
“Kanker paru adalah jenis kanker yang kejadiannya paling tinggi pada pria di Indonesia, karena 95% kanker paru akibat lingkungan, gaya hidup, dan kebiasaan merokok. Dan dalam hal, ini Indonesia menempati posisi nomor satu dalam jumlah perokok pria dewasa di Dunia, serta polusi sekitar yang tinggi,” kata Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD-KHOM, FINASIM, FACP, di awal acara webinar dengan moderator Pratiwi Astar.
Prof. Aru Wisaksono Sudoyo menambahkan, “Gejala pada kanker paru seringkali tidak tampak pada stadium awal. Dan saat ini menunjukkan, 60% pasien kanker paru datang dalam stadium lanjut. Itu sebab seringkali kanker paru memiliki gejala yang serupa dengan penyakit umum lainnya seperti TBC. Maka perlunya masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan tentang faktor risiko, gejala, dan perawatan yang tersedia termasuk perawatan inovatif terkini sebagai harapan baru bagi pengobatan kanker paru.”
Sementara itu, George Stylianou, President Director MSD di Indonesia, mengatakan, “Sebagai Perusahaan farmasi terkemuka, MSD memiliki tanggung jawab untuk berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kanker, khususnya di Indonesia. Kami bermitra bersama Yayasan Kanker Indonesia dan pemangku kepentingan lainnya, berkomitmen untuk bersama-sama menjawab tantangan kanker paru di Indonesia melalui kampanye #HarapanBaru.”
“Di MSD, kami bekerja dengan urgensi untuk mengutamakan pasien dan memastikan obat kanker inovatif kami dapat diakses oleh pasien yang membutuhkan. Kita masing-masing didorong oleh visi bersama untuk memberi semua pasien kanker lebih banyak, yaitu lebih banyak cara untuk mengobati kanker mereka, lebih banyak kualitas dalam hidup mereka, dan lebih banyak waktu,” ujar George Stylianou.
Jakarta, 11 Mei 2018 – YOFORIA mengawali perkenalan produk melalui Pop-Up Store selama 5 bulan di Paris Van Java kota Bandung pada tahun 2016 akhir hingga bulan Mei 2017. YOFORIA di kesempatan kali ini mengundang dr. Lisa Silvani M. Biomed (AAM), berkecimpung dalam bidang estetika, dr.Lisa menemukan minat pada anti aging dan memutuskan untuk memusatkan praktiknya pada bidang tersebut. “Fungsi prebiotik yang terkandung dalam […]
Gaya hidup merupakan salah satu kunci kesehatan seseorang dari paparan penyakit, baik penyakit menular mau pun penyakit tidak menular, seperti kanker ginjal. Walau masih jarang dibicarakan, kanker ginjal dan Renal Cell Carsinoma (RCC) atau Karsinoma sel ginjal merupakan jenis kanker ginjal yang paling umum. Dapat dilihat, kejadian baru kanker ginjal di Indonesia, menurut data GLOBOCAN […]
Untuk para orangtua – utama – para Ibu, perlu memerhatikan data Nielsen dari survei Brand Health Tracking mengenai Formula Bayi dan Formula Lanjutan (IFFO) tahun 2015 lalu. Angka menunjukkan, dari 46% respondennya yang menyatakan kebutuhan mereka akan air khusus untuk melarutkan susu atau makanan pendamping ASI, sebesar 65% di antaranya menyatakan bahwa bayi memerlukan air […]