Terbilang banyak yang masih memandang golf sebagai olahraga eksklusif yang ribet dan mahal. Karena, di label “rich man’s sport” butuh tas, strik, sepatu khusus, serta antrean biaya untuk keanggotaan atau sewa lapangan. Padahal, layaknya olahraga santai populer lainnya seperti biliar atau bowling, yang di akhir pekan atau sore bisa dijadikan hiburan ringan dengan biaya relatif […]
Yayasan Kanker Indonesia (YKI), anggota stoma penyandang atau Ostomate, yang tergabung dalam The Indonesian Ostomy Associations – YKI (InOA – YKI) dan Yayasan Wocare Indonesia menghadirkan diskusi “Peningkatan Pengetahuan dan Pemberdayaan Ostomate”.
Diskusi yang diadakan dalam rangka hari “Norma N. Gill”, ini sekaligus meluncurkan Stomacare Link, yang merupakan layanan perawatan stoma berbasis online. Kedua acara tersebut dilaksanakan di Sasana Marsudi Husada YKI di Lebak Bulus, Jakarta.
Diskusi yang dihadiri oleh para ostomate, pendamping ostomate, perawat stoma, dan tenaga kesehatan, ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup para ostomate.
Catatan yang perlu diketahui, Norma N Gill merupakan tokoh enterestomal therapist pertama di Dunia, yang memiliki jasa dalam meningkatkan kualitas hidup para ostomate (penyandang stoma).
“Para Ostomate memiliki keadaan khusus dalam kehidupan kesehariannya, yang harus menggunakan kantong stoma. Hal ini memberi dampak beban besar bagi pasien, bahkan keluarga dan orang-orang di sekelilingnya,” ujar Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof. Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo SpPD, KHOM, FINASIM, FACP.
Ia menyebut, seseorang akan membutuhkan kantong stoma, jika menderita kanker usus, kanker kandung kemih, penyakit radang usus, divertikulitis atau sumbatan pada kandung kemih atau usus.
Dan penggunaan stoma bagi seseorang dapat bersifat sementara atau permanen, tergantung penyebabnya. Mayoritas Ostomate mengalami kesulitan dengan kebocoran kantong, iritasi kulit, bau, depresi atau kecemasan, dan permukaan kantong yang tidak rata.
Para Ostomate menginginkan bantuan dengan masalah, ini untuk bisa mendapatkan manfaat tindak lanjut jangka panjang oleh perawat ostomi. Beserta ketersediaan lebih banyak kantong stoma dengan harga yang efisien agar kebutuhan sehari-hari selama jangka panjang dapat tercukupi.
“Stomacare Link akan memudahkan para Ostomate, namun kerjasama antara tenaga kesehatan, pasien dan berbagai unsur masyarakat sangat dibutuhkan untuk mendukung para Ostomate dan sekaligus meningkatkan kualitas hidupnya, sebagaimana hari ini ditunjukkan dengan perpaduan sinergi antara YKI, WOCARE, dan para Ostomate,” ujar Aru Sudoyo.
Sementara itu, Ketua Yayasan Wocare Indonesia, Widasari Sri Gitarja, S. Kp. MARS., MBA., WOC(ET)N menyampaikan, Yayasan Wocare Indonesia yang merupakan pusat sarana kesehatan di bidang perawatan luka, stoma dan inkontinensia sangat mengutamakan peningkatan kualitas hidup dari pasien Ostomate dan keluarganya dengan prinsip layanan berbasis evidence base practice dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan kini didukung Stomacare Link.
“Link tersebut menyediakan wadah untuk masyarakat yang ingin berdonasi kepada para ostomate. Dana yang terkumpul ini akan digunakan untuk membeli kantong kolostomi, pelindung kulit, dan produk-produk lainnya yang dapat membantu menjaga kesehatan dan kenyamanan para ostomate, Stomacare Link juga terhubung dengan marketplace bagi kebutuhan para ostomate,” jelas Widasari Gitarja.
Stomacare Link yang dapat diakses melalui https://linktr.ee/stomacare. Link ini merupakan layanan konsultasi gratis yang terhubung dengan dokter dan perawat spesialis Enterostomal Therapist di seluruh Indonesia.
Dalam rangka menyambut ulang tahun ke-121, dentsu International mengadakan gerakan One Day For Change (ODFC). Acara ini diadakan serentak di seluruh negara cabang, bersama 45 ribu orang lainnya. Dentsu Indonesia mengajak seluruh karyawan bersama sejumlah pihak terkait melakukan rangkaian aktivitas yang bertujuan memberikan dampak positif bagi lingkungan dan sekitarnya, menjadi pionir dampak sosial (social impact) […]
Di Indonesia, obesitas, dalam sepuluh tahun dan hingga saat ini masih menjadi kasus yang sangat mengkhawatirkan. Tercatat, angkanya meningkat signifikan dari 10,5% pada 2007 menjadi 21,8% pada 2018. Yang mana jika tidak segera diintervensi maka Indonesia akan kesulitan memanfaatkan bonus demografis menuju Indonesia Emas 2045. Karena, obesitas menjadi pencetus berbagai penyakit tidak menular yang mematikan […]
Tak henti melakukan terobosan menawan, yang begitu berartinya bagi banyak orang dan masyarakat, IKEA kembali meluncurkan koleksi MÄVINN. Sebagai upaya dalam mengembangkan usaha kewirausahaan sosial, yang juga merupakan salah satu bagian dari program keberlanjutan. Berangkat dari debutnya pada tahun 2023, IKEA meluncurkan edisi kedua MÄVINN. dibuat dengan mengedepankan keterampilan lokal, sekaligus menyediakan lapangan kerja dan […]