Betapa berarti dan tertanam baik di hati, IKEA, sarana kebutuhan untuk menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang, yang berpesona, dengan menawarkan rangkaian produk perabot rumah tangga yang fungsional, didesain dengan baik, dengan harga terjangkau. Maka, tepat tanggal 15 Oktober 2026, IKEA Indonesia genap berusia 12 tahun sejak toko pertamanya resmi dibuka di […]
Berkandungan hal menarik dari Seminar awam bertema “Pahami Depresi, Cegah Bunuh Diri”.
Seminar secara daring yang diselenggarakan Johnson & Johnson Indonesia dan RS Metropolitan Medical Center (MMC), dalam rangka memperingati “Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia”. (World Suicide Prevention Day/WSPD) yang diperingati setiap tanggal 10 September, ini bertujuan untuk membantu masyarakat mengenali gejala depresi, membantu menurunkan stigma serta menghimbau masyarakat untuk mencar ipengobatan yang tepat.
Terasa menawannya, acara seminar awam, dengan pembicara dr. Adhi Wibowo Nurhidayat, SpKJ, Sbsp.Ad.(K), MPH dari Poli Psikiatri di RS MMC, — dihadiri oleh hampir 400 peserta secara daring – mengetengahkan kenali gejala depresi, membantu menurunkan stigma serta menghimbau masyarakat untuk mencari ipengobatan yang tepat.
Ada pun paparan yang disampaikan mencakup tiga topik utama, yaitu : (1) Apa itu depresi (2) Bagaimana mekaniske dan pencegahan bunuh diri; serta (3) apa perkembangan terkini untuk terapi depresi dan bunuh diri.
Karenanya, melalui kegiatan ini, Johnson & Johnson Indonesia bersama RS MMC berharap dapat mendukung kesehatan mental di Indonesia dan mengajak semua pihak, termasuk masayarakat awam dan rekan Media, untuk bersama-sama memerangi stigma dan peduli terhadap kesehatan mental khususnya dalam memahami depresi.
Lebih jauh digambarkan sesuai yang terasakan, kiranya depresi masih belum terlalu dipahami dengan baik di berbagai Negara, termasuk Indonesia, Maka stigma dan kesadaran yang rendah menghambat akses pasien terhadap pengobatan. Kurangnya pemahaman akan perbedaan tentang jenis depresi di antara pasien dan masyarakat pada umumnya dapat membuat gejala dan pengalaman penderita sering dianggap sama saja.
Tentu menawan dan bernilai begitu indahnya dari seminar awam inim yang juga bertujuan membantu masyarakat awam mengenali gejala depresi dan memahami bahwa depresi tidak semuanya sama, melainkan sebuah spektrum, sekaligus bertujuan untuk menurunkan stigma serta menghimbau masyarakat untuk mencari pengobatan yang tepat. Mampu mengenali gejala depresi dapat membantu masyarakat untuk segera mencari bantuan profesional sejak dini dan mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama.
Catatan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa depresi menyumbang 4,3% dari beban penyakit global dan akan menempati peringkat sebagai kontributor utama pada tahun 2030. Depresi akan menjadi beban penyakit nomor satu di Negara maju dan seluruh dunia.
Berdasarkan data IHME 2019, dari sekitar 970 juta orang di Dunia yang menderita gangguan jiwa, diperkirakan sekitar 28.9% di antaranya merupakan gangguan depresi sehingga hal tersebut perlu menjadi perhatian khusus. Indonesia sendiri sampai saat ini masih memiliki rasio jumlah dokter jiwa (terhadap populasi) yang relatif rendah dibandingkan Negara-Negara Asia Tenggara lainnya.
Devy Yheanne, Country Leader of Communications & Public Affairs of Johnson & Johnson Innovative Medicine in Indonesia, Malaysia & Phillipines mengatakan, “Kita perlu menghilangkan stigma terhadap depresi di Indonesia mengingat kondisi ini dapat diobati, terutama ketika orang dapat mengenali gejalanya sejak dini dan mencari pengobatan jika diperlukan.”
Lanjutnya,”Tentu, kami senang dapat bekerjasama dengan RS MMC dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dan membahas masalah depresi ini serta mendorong masyarakat untuk memahami penyebab, gejala, dan mendapatkan bantuan yang sangat dibutuhkan dari para ahli.”
Beberapa gejala gangguan depresi mayor adalah rasa sedih yang terus menerus, pesimis, rasa tidak berdaya, gampang tersinggung, insomnia, sulit makan, menarik diri hingga melakukan usaha untuk bunuh diri. Maka, apabila Anda atau keluarga atau teman Anda mengalami gejala-gejala tersebut dan dugaan menderita gangguan depresi mayor, terutama bila ada niat untuk melukai diri sendiri dan/atau bunuh diri, maka sangat disarankan untuk segera berkonsultasi pada tenaga kesehatan jiwa profesional, seperti psikiater, dokter umum, atau psikolog.
Mitos umum tentang depresi adalah bahwa gangguan ini tidak dapat diobati. Namun, sebenarnya depresi adalah salah satu kondisi kesehatan mental yang paling bisa diobati. Tanpa pengobatan, penyakit dan gangguan jiwa dapat memengaruhi hubungan individu dengan keluarga dan teman-teman mereka, karir profesional dan kualitas hidup mereka secara keseluruhan.
Orang yang menderita depresi dapat menghadapi konsekuensi yang berbahaya dan bahkan fatal karena hampir tidak mungkin mereka mampu menghadapi depresi sendirian. Karenanya, meningkatkan kesadaran tentang depresi adalah salah satu langkah pertama untuk mendapatkan bantuan yang dibutuhkan.
Bagi sebagian besar pasien, diagnosis kanker payudara metastasis HR-positif, HER2-negatif, yang dirasa adalah sangat menegangkan. Dan, dera yang dirasa adalah sulit jika ditanggung seorang diri. Tak terelakkan, rasa tidak percaya diri dan ketakutan akan rasa sakit merupakan hal yang sering dijumpai pada pasien kanker payudara, yang memang adalah hal yang sangat wajar. Terlebih, pasien dengan […]
Berkaitan dalam rangka peringatan Hari Kanker Dunia 2023, Yayasan Kanker Indonesia mengadakan diskusi media bertajuk “Limfoma Hodgkin: Menutup Kesenjangan Akses Pengobatan Inovatif Untuk Limfoma Hodgkin”. Acara yang diselenggarakan oleh PT Takeda Indonesia, ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mengenai Limfoma Hodgkin, sesuai dengan tema besar Hari Kanker Dunia “Closing the Gap in Cancer Care”. “Dalam rangka […]
Tidak terlepas dari kasus kanker payudara yang terus meningkat. Dan dari melihat ada GLOBOCAN 2020 yang menyatakan terdapat 2.261.419 kasus baru kanker payudara dengan 684.996 kematian di seluruh dunia ; di 11 Negara Asia Tenggara terdapat 158.939 kasus baru kanker payudara dengan 58.616 kematian, sementara di Indonesia, terdapat 65.858 kasus baru kanker payudara dengan 22.430 […]