Raih Kebaikan dan kehangatan Ramadan Bersama keluarga dengan FRISIAN FLAG® Siapa pun. Pasangan terutama, menginjak bulan Ramadan, terlebih-lebih, dapat dimaksimalkan menjadi momen yang tidak hanya memperbaiki kualitas ibadah, tetapi juga kesehatan diri, serta menumbuhkan kembali kehangatan antar anggota keluarga hingga Hari Raya. Berangkat dari sanalah, agar hubungan pasangan dalam keluarga kian merekatkan, Frisian Flag Indonesia […]
Ketika pria melakukan selingkuh, seakan banyak orang mahfum. Namun tidak demikian dengan wanita. Bila
wanita pasangan Anda terkena
tancap panah
asmara dari pria lain, bukannya tanpa sebab.
Standar selingkuh
— baik yang dilakukan pria atau
pun wanita — itu bermacam, begitu menurut psikolog Imaniati Sasongko.
Apalagi untuk zaman now. Tapi juga, terlampau dangkal
langsung merekatkan kata
selingkuh pada wanita yang telah
memiliki pasangan, ketika ia punya teman diskusi pria, atau teman pria buat sekedar nongkrong.
Hanya
saja kemudian masalahnya, memang sulit
dibedakan tatkala perselingkuhan dibalut
bumbu percakapan bisnis atau
pun sekedar pembicaraan dengan teman gaul.
“Jadi dibilang
selingkuh tergantung nilai yang dianut keluarga itu dan dia pribadi,” tutur Imaniati Sasongko.
Hanya saja, wanita yang melakukan perselingkuhan —
terlebih telah memindahkan hatinya kepada
orang lain di samping pasangan tetapnya
— itu bukanlah hal yang mudah.
Karena ada perjuangan tersendiri, dan perannya sebagai isteri dan sosok ibu dari anak-anaknya yang
memposisikan dirinya sebagai tiang keluarga, telah ia lewati maka berarti ada
sesuatu hal yang sangat besar yang ia butuhkan.
Namun,
perselingkuhan yang menyandung wanita, hampir bisa dibilang tak melulu
menerbitkan sebuah perceraian. “Tapi itu pun sangat bergantung pada pasangan pria selingkuhannya.
Bila pria selingkuhnya mendalam dan ingin lebih jauh
berhubungan, dan si wanita melihat pasangan pria selingkuhannya
bisa ia gantungkan, maka kecenderungannya
ia memilih. Tetapi bila cuma berdasarkan
urusan seksual belaka maka perceraian menjadi pertimbangan yang sangat dalam.”
Meski tak bisa dimungkiri wanita
yang rentan berselingkuh adalah wanita
bekerja, namun bukan berarti Ibu rumahtangga
tidak rentan. Memang, wanita
bekerja memiliki peluang bersosialisasi lebih besar serta kesempatan lebih
besar untuk membina hubungan interpersonal lebih akrab dengan pria lain selain pria pasangan tetapnya.
Ada
beberapa faktor yang memengaruhi hingga wanita berselingkuh. Di antaranya :
Mendapat perlakuan kasar secara fisik, terintimidasi, terhina, dilecehkan dan tidak dihargai
Kesepian mendera akibat kesibukan pasangan sehingga dibutuhkan seseorang sebagai tempat curhat
Karier bagus, segala-galanya didapat dari pasangan tetapi kebutuhan biologis tidak terpenuhi
Ingin menikmati pengalaman seksual yang berbeda, tidak dibatasi dengan hanya satu pasangan saja
Petualangan cinta yang mendebarkan dirasa sebagai pemicu semangat hidup
Penuaan diri yang merupakan momok menakutkan maka seks dengan daun muda untuk ‘obat’ awet muda
Kepribadian lemah sehingga tak mampu mengelak gangguan atau godaan nakal pria
Berikut
Psikolog Ismaniati Sasono, memberikan ciri-ciri perubahan tingkah laku
seseorang yang dicurigai mengarah tindak selingkuhi pasangannya. Karenanya,
segera kenali tanda-tandanya sejak dini, yang antara lain :
1. Enggan Diusik
Sangat menikmati kesendirian maka kebersamaan dengan pasangan berangsur berkurang
2. Tidak Fokus
Pembicaraan cenderung tidak fokus dan acap melenceng dari topik, berakibat jawaban-jawaban menjadi kurang tepat
3. Cepat Marah
Pertanyaan pasangan pria dinilai sebagai interogasi dan diliputi rasa dicurigai sehingga yang timbul kemarahan yang tidak jelas arahnya
4. Perhatian Menurun
Pikiran telah berbagi akibat kehadiran orang lain, membuat perhatiannya terhadap pasangan menurun atau berkurang
5. Sering Lupa
Janji makan siang atau malam hingga jadual olahraga bersama pasangan cenderung terlewatkan. Yang lebih mengejutkan, lupa ulang tahun perkawinan
6. Sikap
Defensif
Merasa rahasianya terancam, dan untuk menutupi kebohongan-kebohongan, menjadi cenderung bertindak defensif.
7. Malas Bicara
Mulai jarang bercerita beberapa kegiatan karena tak ingin diusik bahkan tak ingin diketahui
[Dicari: Pria Dewasa & Matang] Cinta memang tak pernah memandang perbedaan. Bukan hanya soal umur, masalah status pun tak lagi menjadi penghalang. Seseorang wanita, meski sudah kembali sendiri setelah rumah tangga yang dibangun berujung usai, menyandang predikat janda bukan berarti wanita tersebut tak memiliki daya tarik lagi. Atau tak lagi mempunyai hasrat untuk kembali […]
Mobilitas yang dinamis di kalangan masyarakat kota-kota besar bisa menjadi salah satu pemicu timbulnya problem infertilitas pada pria. Banyak pria menikah di usia matang yang kemudian kesulitan memiliki keturunan. Apakah hal ini disebabkan karena faktor usia ? Menikah di usia matang atau di atas 35 tahun merupakan hal biasa yang terjadi di Kota besar, termasuk […]
Sebagai mahluk sosial, kita terkadang melupakan pentingnya untuk memikirkan atau mencintai diri sendiri, karena dianggap dapat menumbuhkan sifat selfish atau egois pada diri. Padahal mencintai diri sendiri itu tergolong hal penting agar dapat menikmati hidup yang lebih baik. Dikatakan, mencintai diri adalah penghargaan kepada diri sendiri yang tumbuh dari tindakan yang mendukung pertumbuhan fisik, psikologis […]