Intel kini menghadirkan laptop yang ditenagai oleh prosesor Intel® Core™ Ultra Series 3, yang sebelumnya dikenal dengan nama kode Panther Lake. PC berbasis AI generasi baru ini menghadirkan terobosan dalam performa, grafis, dan efisiensi daya, yang dirancang untuk mendukung komputasi cerdas gelombang berikutnya. Inovasi baru ini merepresentasikan evolusi terbaru dalam roadmap komputasi client Intel, dengan […]
Jakarta, 12 Agustus 2018 – Kondisi kulit bayi saat baru lahir belum berkembang dan berfungsi sempurna. Namun seiring pertumbuannya, kulit bayi lahir akan mengalami perubahan alamiah secara perlahan.
Tak jarang ditemui, bayi menderita gangguan kulit. Ruam ASI, ruam popok, iritasi d
an kemerahan umum terjadi karena kulit bayi lebih sensitif dan rentan terhadap lingkungan sekitarnya.
Menyimak penjelasan dari American Academy of Family Physicians (AAFP), bahwa gangguan kulit adalah salah satu keluhan yang paling sering dialami bayi dengan prevalensi mencapai 70% sehingga menjadi sumber kekhawatiran yang besar bagi orangtua.
Menyikapi kondisi ini, Mustela, brand Mother and Baby Skincare nomor 1 di Eropa, yang didistribusikan oleh PT Interbat, meluncurkan Mustela Bebe yang merupakan produk Mustela diperuntukkan khusus untuk bayi.
Bekerjasama dengan dokter spesialis kulit, anak, toksikologi,alergi, ginekolog dan apoteker, Mustela melakukan terobosan terbaru melalui riset terhadap kulit dari 200 bayi selama lebih dari 10 tahun.
Hasil dari riset Mustela yang dipublikasi di British Journal of Dermatology menunjukkan bahwa kulit bayi berumur 0-2 tahun memiliki beberapa perbedaan utama dibandingkan kulit dewasa. Kulit bayi di bawah 2 tahun juga cenderung kering, sehingga perlu terus dijaga kelembabannya sejak lahir.
Riset Mustela juga menemukan bahwa kulit bayi dengan jenis kulit yang berbeda-beda, menyimpan kekayaan stem cell yang berperan untuk regenerasi kulit dan menentukan kualitas kulit bayi hingga dewasa nanti.
Akan tetapi, karena berbagai faktor lingkungan seperti polusi udara, sinar UV dan penggunaan bahan kimia, jumlah stem cell kulit menurun drastis sejak bayi lahir hingga usianya 2 tahun.
Karenanya, orangtua agar paham bahwa masing-masing bayi mempunyai karakteristik kulit yang berbeda, dan tentu mempunyai kebutuhan perawatan yang berbeda juga. Demikian disampaikan Mohamad Nurhadi, Brand Manager Mustela Indonesia saat konferensi pers yang berlangsung di Harlequin Bistro, Kemang – Jakarta Selatan, pada 8 Agustus 2018 lalu.
Di acara yang dihadiri Kennie N, Regional Marketing Manager Mustela Asia-Pasifik dan dr.Reisa Broto Asmoro, Brand Ambassador Mustela, Mohamad Nurhadi melanjutkan keterangannya,”Oleh karena itu, kami menghadirkan kampanye ‘Kenali Jenis Kulit Bayimu’ yang bertujuan mengajak orang tua atau Bunda, untuk belajar mengenali jenis kulit sang buah hati agar bisa memberikan perlindungan dan perawatan kulit yang sesuai. Perawatan kulit yang tepat akan menjamin kebutuhan kulit bayi terpenuhi, sekaligus menjaga kualitas kulit sampai dewasa nanti,” Mohamad Nurhadi menambahkan.
Kini, saatnya Anda, orangtua yang ingin memberikan perlindungan dan perawatan yang tepat, bisa menjatuhkan pilihan pada Mustela Bebe.
Mengenai produk ini seperti diterangkan oleh Dr. Eveline dari PT Interbat, memiliki keunggulan pada inovasi kandungannya yang diformulasi khusus untuk masing-masing jenis kulit.
Jakarta, 3 April 2018 – Gaya hidup sehat tengah menjadi tren di kalangan masyarakat, terutama generasi milenial. Mereka percaya bahwa pola hidup yang sehat bisa membantu meningkatkan kesehatan tubuh dan menunjang mereka dalam mencapai tujuan hidup. Salah satu cara yang sedang populer dan menjadi tren adalah menambahkan yogurt dalam menu makanan sehari-hari. Yogurt dipercaya sebagai […]
Gangguan pada kesehatan paru-paru yang paling sering terjadi pada perokok adalah berakibat mengidap kanker. Melihat data GLOBOCAN 2020, ditemukan, 90% kasus kanker paru pada pria dan 80% pada wanita yang memiliki riwayat merokok. Dan, kanker paru merupakan penyebab kematian kanker tertinggi di Indonesia dengan 84 orang meninggal dan 95 kasus baru terdiagnosa setiap harinya. Angka […]
Trombosit, atau keping darah, mungkin terdengar sepele. karena sesungguhnya ukurannya yang kecil dan bentuknya yang tak berinti. Namun kiranya, ketika trombosit terlalu banyak, tidak terkesampingkan, yang terjadi adanya ancaman dalam darah kita. Agar mengenai trombosit lekat dan dipahami masyarakat luas, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) didukung oleh Combiphar, menyelenggarakan webinar awam bertajuk “Apa itu Trombosit? Bagaimana jika jumlahnya Berlebihan?”. […]