Tahun Baru Imlek identik dengan tradisi berkumpul dan menikmati hidangan bersama keluarga serta orang terdekat. Di Indonesia, momen ini kerap dirayakan secara sederhana dan bermakna melalui kebersamaan di meja makan. Menyambut perayaan Tahun Baru Imlek (Imlek) 2026, serta bagian dari rangkaian kampanye Festive Season, IKEA Indonesia – penyedia rangkaian perabot rumah tangga yang didesain dengan baik […]
Upaya untuk memasifkan
kegemaran membaca pada anak bisa dilakukan dengan menggalakkan kegiatan Read Aloud. Dan tak hanya itu, ada
pembelajaran dan pengembangan karakter yang bisa didapat anak ketika secara
rutin mengikuti kegiatan Read Aloud
ini.
Read
Aloud
merupakan suatu aktivitas sederhana, di mana orang tua atau guru menyisihkan
waktu untuk membacakan sesuatu pada anak dengan suara nyaring secara terus
menerus, untuk membangun karakter anak yang suka mendengar, mau membaca hingga
menjadi gemar membaca, demikian dijelaskan Pegiat Reading Bugs Indonesia Roosie
Setiawan.
“Membangun
karakter anak yang lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan bisa dilakukan
dengan melakukan aktivitas membaca untuk anak atau Read Aloud. Anak juga akan
mendapatkan pembelajaran dengan cara yang menyenangkan,” kata Roosie dalam
sosialisasi kegiatan Read Aloud,
Kamis (20/5/2021).
Selain itu, kegiatan
membaca untuk anak, ini sekaligus bisa
membangun kedekatan antara Ibu dan anak dan membangun keteladanan membaca.
“Keteladanan
membaca, ini penting untuk membangun kebiasaan membaca pada anak. Karena mereka
adalah peniru ulung. Tidak fair
rasanya kalau kita meminta anak untuk suka membaca sementara kita sendiri tidak
pernah membaca di depan mereka. Mereka tidak pernah melihat orang tua atau
gurunya membaca, bagaimana mereka bisa suka membaca?,” tutur Roosie dengan
nada bertanya.
Sebelum melakukan Read Aloud atau membaca nyaring untuk
anak, Roosie menyatakan tentu sangat penting untuk memilih buku yang tepat.
“Pilihan buku, tentu buku yang disukai oleh anak. Dan karena
saat kita membaca nyaring bagi anak, akan timbul berbagai pertanyaan dari anak,
maka penting juga kita sebagai pembaca buku merasa nyaman dengan bukunya. Perlu
diketahui, lebih dulu baca buku itu sebelum membacakannya untuk anak,”
ujarnya.
Lalu, saat mulai
membacakan buku, diawali ceritakan
tentang cover buku tersebut.
“Sebutkan siapa
penulisnya, siapa ilustratornya dan apa judulnya. Ini berfungsi untuk
memperkenalkan konsep karya pada anak. Anak akan belajar memahami bahwa buku
merupakan hasil karya seseorang, yaitu penulisnya,” ujar Roosie.
Dengan menunjukkan
judul buku, kita mengajak anak-anak untuk memprediksi apa isi cerita tersebut.
“Contohnya,
seperti buku yang saya pegang ini, judulnya adalah Pohon Harapan, karya Clara
Ng. Kita ajak anak-anak untuk memahami konsep harapan yang bagi anak adalah
sesuatu yang abstrak dan mengkombinasikannya dengan konsep pohon, yang sudah
dikenalnya. Dengan mengajak anak memprediksi maka pada anak akan timbul rasa ingin
tahunya,” urai Roosie.
Yang terakhir, saat
melakukan Read Aloud, jangan
terburu-buru ingin menyelesaikan satu buku. Karena konsep yang ingin
disampaikan kepada anak adalah proses menikmati membaca buku tersebut.
“Dengan mereka
menikmati proses Read Aloud, ini maka
anak akan terbiasa dengan kegiatan
membaca dan menganggapnya sebagai kegiatan yang menyenangkan. Kemudian anak
akan suka membaca dan kedepannya menjadi
gemar membaca,” urainya.
Peran pustakawan sendiri,
tak jauh berbeda dengan fungsinya dengan para guru atau orang tua. Hanya
cakupan para pustakawan ini lebih luas.
“Pustakawan akan
bisa menjadi agen yang menyebarluaskan kegiatan Read Aloud. Karena bukunya ada dan kegiatannya bisa diselenggarakan
di Perpustakaan. Dan bisa digabungkan dengan perbincangan seputar manfaat Read Aloud. Nantinya, akan mendorong
orang tua untuk meniru kegiatan tersebut dan semakin memperbesar potensi
peningkatan gemar membaca pada anak,” ujar Roosie.
Sebuah pelatihan tentang parenting skill telah dihelat di Pondok Pesantren Yatim Karangasem Paciran di Februari 2023. Acara yang diselenggarakan oleh KBG (Komunitas Belajar Guru) Paciran yang membawahi tiga Kecamatan yaitu Kecamatan Pacirani, Kecamatan Solokuro, dan Kecamatan Laren, mengundang salah seorang tokoh dan pemerhati pendidikan anak dari salah satu lembaga psikologi di Lamongan yaitu Supriyanto Helmy Tanjung. […]
Berbagai pihak tak henti menaruh perhatian dan menyisihkan sejumlah materi ataupun berbentuk barang untuk diberikan kepada korban peristiwa gempa dan tsunami yang terjadi di daerah di Tanah Air. Adalah IKEA dan Never Too Lavish — sebuah perkumpulan kaum muda milenial kreatif Indonesia –, melakukan kegiatan “Lelang untuk Kebaikan” bagi korban gempa dan tsunami di Palu […]
Tangerang, 10 April 2018 – Civitas Akademika Prasetiya Mulya memberikan edukasi bisnis kreatif kepada 40 mitra Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan pelajar SMA di desa Dangdang, Kecamatan Cisauk, Tangerang. Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari program Social Week 2018 bertema “Hadirkan Kepedulian, Ciptakan Perubahan” untuk mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat di wilayah sekitar kampus […]