Sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan kepedulian terhadap pemudik Idul Fitri 2025, Kalbe — PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) berdiri sejak tahun 1966 dan merupakan salah satu Perusahaan farmasi terbuka terbesar di Asia Tenggara — melalui Entrostop dan Promag menggelar Emergency STOOOOOP! dengan membagikan produk kesehatan pencernaan senilai lebih dari Rp 1 miliar di jalur […]
Dengan memiliki kurang-lebih 17 ribu pulau, yang sebagian didiami oleh lebih dari 300 kelompok etnis, dengan lebih dari 1.300 suku bangsa dan memiliki 652 bahasa daerah, Negeri Indonesia menjadi keajaiban dunia.
(ki-ka) Nani Koespriyani – Ayu Dyah Pasha – Neneng Iskandar – Wiwit Ilham Panjaitan – Insana Habibie – Amy Wirabudi – Musa Widyatmodjo
Maka tak mengherankan jika Indonesia dikatakan sebagai Taman Sari Pusparagam Budaya.
Kekayaan yang luar biasa ini sudah sepatutnya dan seharuslahnya dilestarikan dan dikembangkan oleh bangsa Indonesia sendiri, dari generasi ke generasi. Untuk ikut melestarikan dan mengembangkan kekayaan budaya Indonesia, baik secara perorangan maupun kelompok, a, bermacam cara bisa dilakukan.
Salah satu pihak yang menaruh dan memiliki perhatian pada kelangsungan warisan budaya Indonesia, tersebutlah Yayasan Al-Mar. Merupakan Yayasan yang keberadaannya sejak tahun 2009, memiliki motto “Hidup harus bermanfaat bagi dunia dan akhirat”.
Dalam aktivitasnya Yayasan Al-Mar memiliki 3 divisi yang dibangun atas dasar visi dan misinya, yaitu Divisi Sarana Ibadah, Divisi Sarana Pendidikan, dan Divisi Budaya yang disebut The Culture Heritage of Indonesia (CHI).
CHI Heritage memiliki tujuan untuk turut berperan dalam melestarikan dan mengembangkan warisan budaya Indonesia. Kepedulian CHI pada kelangsungan warisan budaya Indonesia ini antara lain dituangkan dalam bentuk pemberian penghargaan kepada para pahlawan warisan budaya Indonesia.
Duduk sebagai Dewan Pemerhati Seni Budaya untuk CHI Award 2018 adalah Neneng Iskandar dari Wastraprema, Musa Widyatmodjo (Perancang mode Indonesia), William Kwan (pengamat wastra Batik); Insana Ilham Habibie (kreator Batik); dan Wiwit Ilham Panjaitan (Inisiator dan Pendiri CHI Heritage – Warisan Budaya Indonesia).
Bertempat di Plaza Indonesia, Jakarta, dihadiri Nani Koespriyani, CHI Heritage, Ayu Dyah Pasha, CHI Heritage dan Amy Wirabudi, Steering Committee CHI Award 2018, untuk kali yang pertama penghargaan CHI Award 2018 diberikan kepada para pejuang di balik bertahannya industri Batik, bertepatan dengan Hari Pahlawan, 10 November 2018.
Untuk Kategori Penghargaan Khusus diberikan kepada Go Tik Swan atau Panembahan Hardjonagoro, adalah orang yang mendapat tugas dari Presiden Soekarno untuk membuat Batik Indonesia. Seperti diungkap dalam ‘Jawa Sejati: Otobiografi Go Tik Swan Hardjonagoro’ (2008), Batik Indonesia yang dibuat Go Tik Swan pada dasarnya merupakan hasil perkawinan Batik klasik Keraton, terutama gaya Batik Surakarta dan Yogyakarta, dengan Batik gaya pesisir utara Jawa Tengah, terutama Pekalongan.
CHI Award 2018 juga akan diberikan kepada Kategori Penerus, Inovator, dan juga Penghargaan Khusus (Legacy).
Program tahunan “Pepsodent Sahur Amal”, kembali dipersembahkan Pepsodent Herbal bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), bertujuan mengajak umat Muslim berbagi senyum kebahagiaan bersama anak-anak yatim piatu di berbagai wilayah Indonesia. Acara menawan yang berlangsung di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Jumat, 7 April 2023, Ainul Yaqin, Direktur Personal Care Unilever Indonesia menyampaikan, “Karena ‘Setiap Senyuman Begitu Berarti’, Pepsodent berkomitmen […]
Perusahaan marketing services network terintegrasi di Indonesia, dentsu Indonesia, saatnya berbangga, dengan keberhasilan memperoleh Penghargaan bergengsi Spikes Asia 2023. Dari jumlah Penghargaan tersebut yakni 2 Penghargaan Bronze untuk kategori Brand Experience & Activation dan Mobile Technology – AR. Goresan kemenangan, ini tentu menambah rekam jejak dentsu Indonesia serta Dentsu Creative Indonesia dalam menghasilkan karya terbaiknya untuk klien dan masyarakat luas dalam industri kreatif, khususnya […]
Melihat fakta bahwa di banyak Negara di berbagai belahan Dunia, termasuk Indonesia, masih menghadapi berbagai tantangan yang dapat mempengaruhi ketahanan pangan, Unilever, hingga tahun 2050, memiliki komitmen global untuk menjadi katalisator bagi upaya peningkatan ketahanan pangan dengan menciptakan sistem pangan yang lebih baik. Terlebih lagi, kondisi pandemi COVID-19 turut menghadirkan tantangan lain, yaitu menurunnya kesejahteraan […]