Sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan kepedulian terhadap pemudik Idul Fitri 2025, Kalbe — PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) berdiri sejak tahun 1966 dan merupakan salah satu Perusahaan farmasi terbuka terbesar di Asia Tenggara — melalui Entrostop dan Promag menggelar Emergency STOOOOOP! dengan membagikan produk kesehatan pencernaan senilai lebih dari Rp 1 miliar di jalur […]
Melalui
penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI
Jakarta dan PT Solusi Bangun
Indonesia, Tbk (SBI). PT
Unilever Indonesia, Tbk. kembali
membuktikan komitmennya untuk berkontribusi menanggulangi permasalahan sampah
plastik
Dalam
kolaborasi, ini Unilever Indonesia turut mendukung kegiatan penambangan sampah
atau landfill mining pada zona tidak aktif TPST Bantargebang yang akan
mencapai kapasitas maksimumnya dalam beberapa tahun mendatang.
Pilot
project untuk penambangan sampahuntuk menjadi RDF di TPST
Bantargebang telah dimulai sejak tahun lalu.
Proses untuk mengubah sampah ini menjadi
bahan bakar meliputi penggalian dan pengayakan pada fasilitas TPST
Bantargebang, lalu dikirim ke lokasi pabrik PT SBI untuk dicacah (crushing)
dan dikeringkan (drying) guna menghasilkan RDF yang berkualitas. Project
ini diperkirakan akan menghasilkan RDF sekitar 1.000 ton/bulan – dimana
80-90%nya terdiri dari sampah plastik.
Melalui
kegiatan landfill mining, sampah khususnya sampah plastik akan diproses
menjadi material yang dapat digunakan kembali sebagai bahan bakar alternatif
atau Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai pengganti batu bara di industri
semen.
Rizki Raksanugraha, Director of Supply Chain PT Unilever Indonesia, Tbk. menjelaskan, “Permasalahan sampah terutama sampah plastik merupakan isu pelik yang membutuhkan perhatian dan kerja sama lintas sektor. Kami sebagai pihak swasta, percaya bahwa sampah plastik memiliki tempatnya di dalam ekonomi, tetapi tidak di lingkungan. Kami juga percaya, jika sampah plastik dikelola dengan baik akan bisa menjadi sumber daya yang berguna. Upaya kolaborasi ini menjadi sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang bersih, juga memberikan manfaat secara ekonomi. Jadi kolaborasi kami bersama DLH DKI Jakarta dan PT SBI merupakan perwujudan dari komitmen collect and process ini.”
Rizki Raksanugraha, Director of Supply Chain PT Unilever Indonesia, Tbk.
Lilik Unggul Raharjo selaku Direktur PT Solusi Bangun Indonesia, Tbk.
berkomentar, “Kami menyambut baik kerja sama dengan Unilever Indonesia sebagai
pihak produsen pertama yang terlibat dalam kolaborasi ini. Dengan misi sejalan
untuk melestarikan lingkungan melalui pengelolaan sampah yang optimal dan
terintegrasi, Unilever Indonesia akan terlibat dalam mendukung operasional
proses crushing dan drying di fasilitas kami untuk turut
memastikan bahwa kapasitas dan kualitasnya dapat terus ditingkatkan.”
Ir. Andono Warih, M.Sc, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta memandang bahwa penandatanganan Perjanjian Kerja Sama ini memperlihatkan keseriusan pihak produsen yang telah mengambil langkah proaktif dan upaya konkret untuk mendukung pengelolaan sampah.
“Dalam menangani permasalahan sampah, kolaborasi dan
pembagian peran menjadi sangat penting. Pihak produsen memiliki peran yang
besar untuk ikut mengatasi persoalan sampah plastik bersama pemerintah dan
masyarakat, layaknya Unilever Indonesia dan PT SBI sebagai mitra kami dalam project
ini. Semoga kerja sama ini mampu menstimulasi kolaborasi serupa di masa
mendatang.”
Secara
global, Unilever berkomitmen untuk paling lambat pada tahun 2025 akan
mengurangi setengah dari penggunaan virgin plastic atau plastik baru
dengan cara mengurangi penggunaan kemasan plastik secara absolut sebanyak
100.000 ton dan mempercepat penggunaan plastik daur ulang. Selain itu, Unilever
juga terus membantu mengumpulkan (collect) dan memproses (process)
lebih banyak kemasan plastik daripada yang dijualnya.
Untuk turut mewujudkan dunia yang bersih dari sampah plastik,
Unilever Indonesia telah menerapkan berbagai strategi mulai dari hulu ke hilir
rantai bisnisnya. Dari hulu, Perusahaan mengembangkan dan menerapkan desain
produk dengan pendekatan mengurangi plastik (less plastic), plastik yang
lebih baik (better plastic) dan tanpa plastik (no plastic).
Dilanjutkan dengan edukasi berkelanjutan untuk membangun
kesadaran dan mendorong perubahan perilaku masyarakat secara menyeluruh.
“Kami percaya semua pihak dalam rantai persampahan
memiliki peran masing-masing untuk membantu mengatasi permasalahan sampah.
Melalui semangat #MariBerbagiPeran
yang diusung oleh Perusahaan, kami akan terus mengali peluang dan potensi kerja
sama dengan berbagai pihak untuk bersama menuju Indonesia yang lebih bersih dan
lestari,” tutup Rizki Raksanugraha.
International Trade Center (ITC) dan Unilever mengadakan virtual launch untuk memperkuat dan merayakan kemitraannya dalam mendorong pengadaan barang maupun jasa yang lebih responsif terhadap kesetaraan gender, sekaligus memajukan pemberdayaan ekonomi wanita di Indonesia. Di bawah kemitraan ini, bisnis yang dimiliki dan dipimpin oleh wanita juga akan berkesempatan untuk meningkatkan daya saing mereka dengan menghadiri sesi […]
Industri Pariwisata adalah salah satu industri pertama yang terkena dampak pandemi global. Dan semenjak lockdown di seluruh Dunia, sebagian besar anggota subkomunitas di dalamnya seperti musisi, artis dan para pelaku industri kreatif lainnya pun kehilangan pendapatan dan mata pencaharian. Dari sana, dan berada di garis depan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lokal Kopernik membuat Proyek Tanggap […]
02 April 2019 McDonald’s melalui kompetisi #RayakanHarapan2 yang diselenggarakan tahun, ini untuk kedua kalinya. “Kami sangat bahagia dapat mewujudkan impian para Pemenang. Kami berharap apa yang telah kami lakukan dan berikan dapat memberikan manfaat kepada para pemenang serta menjadi inspirasi bahwa impian, betapa pun sulitnya akan dapat terwujud dengan doa dan usaha,” ujar Caroline Kurniadjaja, […]